Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama

Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama

Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama , Jakarta, 15 Agustus 2022 – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali atau yang akrab disapa Menpora Dito, menerima kunjungan dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Ali Mojtaba Ruzbahani. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kerjasama di bidang pemuda dan olahraga antara kedua negara.

Potensi Kerjasama di Bidang Pemuda dan Olahraga

Menpora Dito menyambut baik kunjungan dari Dubes Iran dan menyampaikan harapannya untuk memperkuat kerjasama di bidang pemuda dan olahraga. Menurutnya, Indonesia dan Iran memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan sektor ini.

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, memiliki banyak pemuda berbakat yang perlu didukung dan diberikan kesempatan untuk berkembang dalam bidang olahraga. Sementara itu, Iran juga memiliki tradisi olahraga yang kaya dan telah menghasilkan banyak atlet berprestasi di tingkat internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menpora Dito dan Dubes Iran membahas beberapa bidang kerjasama yang dapat dilakukan, antara lain pertukaran atlet, pelatihan, dan pengembangan olahraga tradisional. Keduanya sepakat bahwa kerjasama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara dalam memajukan bidang pemuda dan olahraga.

Peran Pemuda dalam Pembangunan Bangsa

Menpora Dito juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Ia berharap kerjasama dengan Iran dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan olahraga dan membangun prestasi yang gemilang.

Pemuda memiliki potensi yang besar dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Melalui kegiatan olahraga, pemuda dapat mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, dan semangat persatuan. Oleh karena itu, Menpora Dito berkomitmen untuk terus mendukung pemuda Indonesia dalam mengembangkan bakat dan potensi mereka di bidang olahraga.

Harapan Masa Depan

Kunjungan Dubes Iran ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kerjasama di bidang pemuda dan olahraga antara Indonesia dan Iran. Menpora Dito berharap kerjasama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi kedua negara.

Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan dalam hal budaya dan sejarah. Melalui kerjasama di bidang pemuda dan olahraga, kedua negara dapat mempererat hubungan bilateral dan saling mengenal lebih dalam.

Menpora Dito juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi pemuda, dan masyarakat umum, untuk mendukung upaya ini. Dengan kerjasama yang solid, Indonesia dan Iran dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam memperkuat hubungan bilateral melalui bidang pemuda dan olahraga.

Kesimpulan

Kunjungan Dubes Iran untuk Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kerjasama di bidang pemuda dan olahraga. Menpora Dito berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua negara dan menginspirasi pemuda Indonesia untuk lebih aktif dalam kegiatan olahraga.

Dengan kerjasama yang solid antara Indonesia dan Iran, diharapkan kedua negara dapat memajukan bidang pemuda dan olahraga serta mempererat hubungan bilateral. Semoga kerjasama ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam membangun hubungan yang kuat melalui bidang pemuda dan olahraga.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di ruang kerjanya lantai 10 Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12) siang.

Kedatangan Dubes Boroujer disambut langsung oleh Menpora Dito yang didampingi Stafsus Menpora Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional Alia Noorayu Laksono, Stafsus Menpora Bidang Percepatan Inovasi Pemuda dan Olahraga Hasintya Saraswati, dan Stafsus Menpora Bidang Hukum dan Kepatuhan Tata Kelola, Alvin Saptamandra Suryohadiprojo

Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama

Kunjungan Dubes Boroujerdi itu dalam rangka meningkatkan kerjasama bidang pemuda dan olahraga yang sudah dijalin cukup lama.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Boroujerdi mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik ini. “Terima kasih Menpora Dito atas sambutannya yang luar biasa. Saya mengetahui bahwa, kemajuan bidang pemuda dan olahraga antar dua negara ini sangat penting,” ucapnya.

“Ini sudah tiga bulan saya berada di Indonesia. Sejak hari pertama saya hadir kembali di Indonesia, saya melihat masyarakat Indonesia  sangat menggemari olahraga, terutama sepak bola,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan fasilitas olahraga di Indonesia sudah sangat modern dan memadai. “Begitu juga dengan Timnas Indonesia dalam pentas internasional dan juga hadirnya pemuda Indonesia di kawasan internasional. Semua ini menunjukkan kemajuan Indonesia di bidang kepemudaan dan olahraga,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menpora Dito berterima kasih atas kunjungan Dubes Boroujerdi. Menurutnya, majunya Indonesia dari segi fasilitas olahraga dimulai sejak Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama

“Makasih atas kunjungannya Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama. Jadi memang, puluhan tahun yang lalu, Indonesia  transformasinya sangat ekstrem khususnya di bidang olahraga. Ini berkat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, dimana Indonesia diharuskan membangun infrastruktur yang memadai dan sangat siap,” katanya.

“Selain itu, pemerataan infrastruktur olahraga Indonesia juga sudah dimulai. Pada tahun 2024 nanti, 22 stadion di Indonesia akan direnovasi menjadi menjadi standar FIFA,” tambahnya

Menpora Dito Ingin Perkuat Hubungan Kerjasama

Menpora Dito mengatakan kedepan hubungan Indonesia dan Iran harus diperkuat melalui olahraga dan pemuda. “Apapun yang bisa memperkuat hubungan Indonesia dan Iran melalui olahraga maupun kepemudaan kita sangat terbuka dan siap untuk berkolaborasi,” jelasnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis